Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2012

dirimu yang sesungguhnya #2

2.hawa nafsu
dapat dikatakan, hawa nafsu adalah lawan dari fitrah manusia. hawa nafsulah yang akan membuat diri kita menjalani hidup dengan menjauhi tali kebenaran.
fitrah dan hawa nafsu adalah dua potensi yang terdapat dalam diri manusia, sebagaimana dikatakan oleh Allah,
"maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaan"
maka dari itu, semua manusia memiliki yang namanya kefitrahan dan hawa nafsu. sering kali manusia merasakan perdebatan dalam dirinya sendiri.
kondisi tersebut adalah kondisi dimana fitrah manusia sedang berperang dengan hawa nafsu

sekarang kita akan berbicara tentang mekanisme perlindungan hati.sudah gak sabar ya? siap siap ya!
mekanisme perlindungan tersebut akan muncul ketika hal-hal yang tidak mengikuti kebenaran terjadi. hal yang tidak mengikuti kebenaran tersebut dipicu oleh hawa nafsu.
hal tersebut akan menimbulkan perperangan antara fitrah manusia dan hawa nafsu, baik tampak atau pun tidak, yang dapat dibagi menjadi 3 :

1. perperangan yang terjadi di awal (perang niat)
perperangan tersebut terjadi ketika kita akan memutuskan akan melakukan atau tidak melakukan sebuah aktivitas.
sebagai contoh adalah saat kita menemukan makanan yang bukan milik kita di saat kita lapar. akan timbul pada pikiran kita, kegalauan antara mengambil makanan tersebut
atau tidak mengambil makanan tersebut. itulah perang antara fitrah manusia untuk tidak mengambil hak orang lain, dengan hawa nafsu untuk makan.

2. perperangan yang terjadi di tengah (kegelisahan dan beban)
perperangan ini terjadi setelah kita melakukan hal-hal yang berlawanan dengan fitrah. di dalam hati kita akan muncul perasaan tidak tenang yang sering kali kita tidak mengetahui
penyebab ketidak tenangan tersebut. ketidaktenangan tersebut akan membebani alam bawah sadar kita hingga membuat kita menjadi lemah,lelah dan tidak produktif

3. perperangan yang terjadi di akhir (keputusan)
perperangan ini biasanya terjadi setelah perperangan di tengah terjadi. setelah berbagai ketidaktenangan,kegelisahan, dan beban menumpuk, jiwa kita akan semakin melemah
kondisi itu semakin parah dan kita secara otomatis akan berusaha untuk menghilangkan penyebab ketidaktenangan tersebut. dan akhirnya
jiwa dan pikiran kita akan mampu menentukan atau minimal merasakan hal apa yang telah memicu ketidaktenangan tersebut.walaupun diri kita masih berusaha untuk mengelaknya
dan tiba saatnya kesadaran muncul,baik dipaksa ataupun tidak. waktu untuk memutuskan jalan mana yang akan diambil pun tiba
disanalah muncul yang namanya kedewasaan. kedewasaan adalah kemampuan seseorang untuk membedakaan mana jalan yang benar (fitrah) dan mana yang salah (hawa nafsu), dan juga
mampu memilih jalan yang benar dan mengalahkan hawa nafsu. itulah kedewasaan yang sesungguhnya.

setelah saat itu akan muncul 2 kondisi
1. ia memilih untuk tidak dewasa dan memenangkan hawa nafsu, pada saat itu ia akan kembali kebeban jiwa tersebut. kondisi ini dapat menjadi lebih parah
yaitu pada saat itu benar-benar melupakan dan menutupi fitrahnya. pada saat inilah hati seorang manusia mulai mati dan tidak berfungsi dengan baik. fitrah tidak akan mampu dirasakan
hingga mekanisme pertahanan tersebut tidak lagi bermanfaat. hati menjadi tidak peka,gelap dan mati naudzubillah..

2. ia memilih untuk dewasa dan memenangkan fitrah (kebenaran). ia akan menemukan masa-masa yang sangat berat, karena sering kali keputusannya menimbulkan perlawanan yang kuat dari hawa nafsu
namun ia akan tetap berjuang melawannya dan menang. ia akan berjalan di jalan kebenaran menuju surgaNya. hatinya akan menjadi tenang dan lega. akan timbul perasaan ringan,
tidak terbebani, dan kehidupannya menjadi lebih cerah :) semakin lama, hatinya akan semakin peka dan kuat. hatinya akan semakin terbuka untuk menerima cahaya kebenaran dari Allah
dan ia akan mampu merasakan cinta sejati dari Pencipta cinta

namun bukan berarti ia terbebas dari hawa nafsu. perperangan antara hawa nafsu dan fitrah merupakan perperangan yang abadi hingga kita mati.
seorang muslim sejati akan berjuang untuk mengalahkan hawa nafsu disetiap detik hidupnya

semoga kita adalah pejuang abadi untuk mengalahkan hawa nafsu. amiiin

fiuuh...selesai juga.hehe
ini pertama kali saya menulis hal-hal yang memang benar benar hasil pemikiran saya
ini semua adalah hasil pemikiran seorang manusia yang jauh dari sempurna, maka dari itu maaf jika ada banyak kesalaan
al-haqqu mirrabbik. wallahua'alam.

dirimu yang sesungguhnya #1

"skrg gw ngerasa lega san."
sebuah kalimat yang diucapkan oleh salah satu teman dekat saya (kenapa dia ngomong kayak gtu? kasih tau gak ya~)
lega adalah salah satu perasaan yang sangat menyenangkan. seperti terlepas dari sesuatu yang telah mengganjal setelah sekian lama.
tapi yang menjadi masalah adalah banyak orang yang tidak sadar akan suatu hal/keharusan/keadaan yang mengganjal dan mengekang dirinya selama ini.
hal itu menyebabkan konsumsi energi yang dilakukan oleh seseorang menjadi lebih besar,dikarenakan secara tidak sadar alam bawah sadar kita melakukan penolakan terhadap
hal tersebut, hingga menyebabkan timbulnya rasa lelah pikiran dan lelah perasaan secara tidak disadari
hal tersebut memberikan efek negatif pada produktifitas seseorang. itulah kenapa terkadang ada orang yang tiba-tiba capek tanpa tau alasannya.
belum memberikan sesuatu yang bermanfaat udah capek duluan =.= cape de~

kenapa dapat terjadi penolakan terhadap hal-hal yang tidak disadari tersebut? dikarenakan sesungguhnya jiwa kita memiliki sebuah mekanisme perlindungan
yang akan aktif ketika hal-hal tersebut (seperti halnya antigen) masuk ke dalam pikiran dan hati kita. mekanisme perlindungan tersebut bertujuan
untuk menjaga kejernihan dan ketenangan hati seseorang. munculnya rasa tidak tenang, tidak nyaman, dan terkekang merupakan gejala klinis yang ditunjukkan
ketika mekanisme tersebut aktif. sama halnya seperti alergi, ketika terpapar zat allergen, maka tubuh akan menimbulkan reaksi alergi seperti timbul bentol-bentol,
bersin, bahkan bisa sampai demam. gejala klinis yang terjadi pada mekanisme pertahanan hati bisa juga mencapai tahap yang parah, seperti stres yang berkepanjangan
yang tidak diketahui penyebabnya. ia akan dikelilingi perasaan gelisah di setiap bertemu hal-hal yang dapat memunculkan mekanisme pertahanan tersebut.
dan akibat yang paling parah (menurut saya) adalah munculnya keadaan yang membuat seseorang menjadi tidak mau menjadi lebih baik, tidak mau berkontribusi dalam kebaikan,
dan hingga akhirnya ia berusaha melupakan perasaan gelisah tersebut tanpa mengetahui bahwa ada bagian alam bawah sadarnya yang sedang menjerit

suatu mekanisme tentu saja memiliki proses. saya akan menjelaskan proses tersebut, tetapi sebelum itu kita harus mengenal beberapa hal penting yang memiliki
peran pada mekanisme tersebut.

1. fitrah
apa itu fitrah, secara gampangnya, fitrah merupakan keadaan homeostasis jiwa seorang manusia. dalam jiwa seorang manusia sesungguhnya memiliki kecendrungan untuk melakukan kebaikan
pada dasarnya, jiwa seorang manusia adalah jiwa yang suci, bersih dari segala noda. dan sesungguhnya, sampai kapanpun, kefitrahan seorang manusia tidak akan berubah
yang berubah adalah bagaimana kita menyikapi fitrah tersebut. sebenarnya, pendapat saya tersebut (tentang tidak berubahnya fitrah) masih merupakan hypothesis saya sampai skrg
saya masih belum tau pasti apakah fitrah seorang dapat berubah atau tidak. saya berencana akan melakukan beberapa pendataan ttg hal ini (mohon doanya :D)
kefitrahan manusia sudah tertanam sejak manusia belum lahir ke dunia ini, yaitu ketika masih dalam kandungan. pada saat itu terjadi dialog antara Allah dengan hambaNya
calon manusia itu bersumpah bahwa Allah adalah tuhannya, dengan begitu kefitrahan (islam) telah tertanam dalam jiwanya
kefitrahan manusia adalah jati diri pada manusia, dan jati diri tersebut akan selalu terikat oleh kebenaran

kebenaran adalah suatu hal yang mutlak. tidak akan berubah sampai kapanpun, oleh siapapun, dimana pun. kebenaran datangnya adalah dari Allah SWT, bukan buatan manusia
.kehidupan manusia bagaikan berjalan di tengah kegelapgulitaan. sehingga membuat diri kita bergerak tanpa tau arah. kebenaran merupakan tali yang dapat membimbing kita
menuju surga Allah. kefitrahan manusia akan bekerja ketika seorang manusia mulai berjalan menjauhin tali kebenaran. keterikatan fitrah dengan kebenaran akan menarik kembali
jiwa kita untuk kembali menelusuri kehidupan dengan berpanduan kepada kebenaran.